PT BYD Motor Indonesia memanfaatkan momentum pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk mengedukasi publik mengenai inovasi elektrifikasi terbarunya. Melalui forum diskusi "Media Tech Auto Talk", produsen otomotif global ini mengupas tuntas teknologi Dual Mode (DM), sebuah sistem hibrida canggih yang mengedepankan prinsip kerja motor listrik sebagai penggerak utama kendaraan.

Teknologi DM yang kini memasuki generasi kelima (DM 5.0) dirancang dengan filosofi "electric-first". Berbeda dari sistem hibrida konvensional yang didominasi oleh mesin bensin, sistem BYD memprioritaskan motor listrik untuk menggerakkan roda dalam berbagai situasi jalan. Mesin pembakaran internal (ICE) bertugas secara pintar untuk mengisi daya baterai atau memberikan daya tambahan saat dibutuhkan, menciptakan sensasi berkendara yang senyap dan responsif layaknya mobil listrik murni.

Untuk menjawab kebutuhan konsumen yang beragam, BYD menghadirkan tiga varian teknologi khusus. Pertama adalah DM-i (Dual Mode Intelligent) yang menitikberatkan pada efisiensi bahan bakar maksimal. Menggunakan mesin hibrida 1.5L naturally aspirated dengan tingkat efisiensi termal mencapai 46,06 persen, sistem ini diklaim mampu mencatatkan konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter dalam simulasi perjalanan jarak jauh.

Bagi pencinta kecepatan, varian DM-p (Dual Mode Powerful) menawarkan konfigurasi penggerak semua roda (AWD) yang didukung mesin 1.5L Turbo bertenaga 156 PS untuk stabilitas dan akselerasi instan. Sementara itu, untuk kebutuhan medan berat, varian DMO (Dual Mode Off-road) mengintegrasikan teknologi Cell-to-Chassis (CTC) dan struktur sasis tangga hibrida guna meningkatkan kekuatan rangka hingga 38 persen saat melintasi jalur ekstrem.

Selain keunggulan performa, teknologi ini juga menawarkan efisiensi ekonomi yang signifikan bagi pengguna. Pengujian internal menunjukkan bahwa sistem DM-i mampu memangkas biaya operasional harian hingga 60 persen serta menekan biaya perawatan rutin hingga 30 persen selama tiga tahun pertama pemakaian dibandingkan dengan mobil konvensional sekelasnya. Respons positif pasar Indonesia sendiri telah terlihat dari pemesanan unit BYD M6 DM yang melampaui angka 4.000 unit sejak pertama kali diperkenalkan.