Di tengah pesatnya perkembangan zaman, digitalisasi kini menjadi arus utama yang tidak dapat dibendung. Seniman asal Surabaya, Doddy Hernanto, yang akrab disapa Mr D, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan data digital merupakan langkah krusial untuk menyederhanakan berbagai proses kerja konvensional demi mencapai efisiensi yang lebih tinggi.
Menurut Mr D, fokus utama dari digitalisasi data terletak pada optimalisasi fungsi kerja. Penerapan teknologi ini berfungsi sebagai alat bantu operasional agar segala pekerjaan dapat terselesaikan secara lebih cepat, terstruktur, dan mudah dilacak. Contoh sederhananya adalah pengalihan sistem pengarsipan fisik ke dalam basis data digital terintegrasi serta penggunaan kode QR untuk memindahkan informasi teks ke layar gawai.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa lembaga kearsipan dan dunia pustaka tidak boleh berhenti sekadar pada digitalisasi teknis. Lebih dari itu, mereka harus melakukan transformasi digital yang menyeluruh. Langkah ini melibatkan perubahan pola pikir, budaya kerja, dan penciptaan nilai baru yang berpusat pada manusia (human-centric).
Di sinilah pentingnya transisi dari pendekatan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, Matematika) menuju STEAM yang mengintegrasikan aspek seni (Art). Mr D menilai bahwa kreativitas dan seni dapat memberikan jiwa pada teknologi yang kaku, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya fungsional tetapi juga bermakna bagi ekosistem penggunanya.
Melalui konsep codeisme, Mr D meyakini bahwa menyelaraskan estetika visual seni dengan jejak data fungsional akan melahirkan identitas baru dalam dunia seni digital. Langkah ini diharapkan mampu merombak sistem lama dan menciptakan ekosistem modern yang menghubungkan dunia fisik dengan dunia digital secara harmonis.