Menanggapi pesatnya perkembangan era digital global, Fakultas Teknologi Informasi (FITA) di Vietnam National University of Agriculture (VNUA) membuka pendaftaran untuk tiga program studi unggulan di bidang teknologi. Langkah ini dirancang untuk mencetak generasi muda yang siap memimpin transformasi teknologi, khususnya dalam mendukung sektor pertanian cerdas dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Program studi pertama, Teknologi Informasi, dirancang sebagai fondasi utama bagi mahasiswa untuk menguasai pengembangan perangkat lunak, sistem basis data, hingga kecerdasan buatan. Lulusan dari program ini diproyeksikan mengisi posisi strategis seperti pemrogram, analis sistem, hingga spesialis penelitian dan pengembangan di berbagai perusahaan teknologi nasional maupun multinasional.

Sementara itu, program studi Jaringan Komputer dan Komunikasi Data difokuskan pada pembangunan infrastruktur digital. Mahasiswa akan mendalami teknologi mutakhir termasuk komputasi awan (cloud computing), keamanan siber, dan Internet of Things (IoT), guna mempersiapkan mereka menjadi administrator jaringan dan ahli keamanan data yang sangat dibutuhkan industri saat ini.

Mengantisipasi ledakan inovasi kecerdasan buatan, program studi Kecerdasan Buatan (AI) ditawarkan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis data tingkat lanjut dan pembelajaran mesin (machine learning). Lulusan jurusan ini memiliki prospek karier yang sangat menjanjikan dengan kompensasi tinggi sebagai ilmuwan data maupun insinyur AI di tengah masifnya digitalisasi global.

Guna menjaring talenta terbaik, Pemerintah Vietnam melalui Keputusan Nomor 179/2026/ND-CP memberikan dukungan finansial berupa beasiswa bernilai hingga 55 juta VND per tahun untuk ketiga jurusan prioritas ini. Bantuan langsung tersebut ditargetkan bagi mahasiswa baru angkatan K71 yang memenuhi kriteria prestasi akademik ketat.

Persyaratan untuk memperoleh beasiswa ini mencakup pencapaian prestasi minimal juara ketiga dalam kompetisi tingkat nasional atau internasional dalam tiga tahun terakhir. Alternatif lainnya, calon mahasiswa harus meraih nilai ujian murni minimal 22,50 untuk mata pelajaran Matematika dan dua mata pelajaran sains atau bahasa pilihan, serta masuk dalam jajaran 30 persen lulusan dengan nilai penerimaan tertinggi di tingkat nasional.