Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diperkirakan masih akan mengalami volatilitas tinggi pada perdagangan pekan depan. Pergerakan komoditas logam mulia ini diproyeksikan belum stabil, dengan ruang fluktuasi yang cukup lebar baik untuk potensi kenaikan maupun penurunan harga.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas Antam akan bergerak dalam rentang Rp2,52 juta hingga Rp2,83 juta per gram. Selisih proyeksi yang mencapai Rp300 ribu dalam sepekan ini menjadi perhatian penting bagi para pelaku pasar dan investor untuk menentukan strategi.

Menurut Ibrahim, harga logam mulia pada penutupan sebelumnya bertengger di level Rp2,681 juta per gram. Jika terjadi aksi jual yang menekan pasar pada perdagangan Senin (17/8/2026), harga emas berpotensi terkoreksi ke angka Rp2,661 juta per gram pada awal pekan, dan bahkan bisa merosot hingga Rp2,52 juta per gram dalam kumulasi sepekan.

Namun, skenario sebaliknya tetap terbuka lebar jika sentimen global mendukung penguatan aset aman (safe haven) ini. Dalam tren optimistis, harga emas diproyeksikan menguat ke level Rp2,701 juta per gram pada perdagangan hari Senin dan berpeluang terus menanjak hingga menyentuh Rp2,83 juta per gram pada akhir pekan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa arah pergerakan harga emas pada awal pekan depan akan menjadi indikator krusial. Para pelaku pasar diharapkan mencermati dinamika transaksi perdana ini untuk membaca arah tren harga, apakah akan tertekan koreksi atau justru melanjutkan reli penguatan.