Upaya untuk memajukan kualitas sepak bola putri nasional terus diperkuat melalui penyediaan kompetisi yang konsisten dan berkelanjutan. Penyelenggaraan putaran nasional Hydroplus Soccer League (HPSL) All-Stars 2025-2026 di Kudus, Jawa Tengah, menjadi bukti nyata pentingnya ekosistem liga usia dini dalam menjaring talenta-talenta potensial dari berbagai daerah.

Akademi Persib berhasil mengukuhkan diri sebagai juara kategori U-18, sementara Goal Aksis Bandung mendominasi kategori U-15. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara HPSL dan MilkLife Soccer Challenge yang secara fokus membangun jalur pembinaan berjenjang. Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas jangkauan kompetisi ke lebih banyak kota guna memastikan pemerataan akses bagi atlet putri di seluruh Indonesia.

Selama berlangsungnya putaran nasional, tim pemandu bakat yang melibatkan pelatih timnas putri U-16, Timo Scheunemann, serta Jacksen F. Tiago, melakukan observasi ketat terhadap para pemain. Mereka tengah menyeleksi komposisi pemain untuk memperkuat dua skuad Indonesia dalam turnamen internasional Srikandi Merdeka Cup yang akan diselenggarakan pada Agustus mendatang.

Timo Scheunemann menyoroti perubahan signifikan dalam pola pembinaan klub yang kini telah beralih ke program latihan sepanjang tahun, alih-alih hanya mengandalkan turnamen insidental. Menurutnya, rutinnya pertandingan kompetitif telah meningkatkan aspek teknik, fisik, hingga kecerdasan bermain para atlet secara drastis dibandingkan periode sebelumnya.

Senada dengan hal tersebut, Jacksen F. Tiago mengapresiasi potensi besar yang dimiliki para pemain muda saat ini. Ia menekankan bahwa konsistensi dalam kompetisi adalah modal utama bagi pemain untuk terus berkembang hingga menembus level timnas senior. Para pemain yang terpilih nantinya akan menjalani pemusatan latihan intensif di Kudus mulai 24 Juli untuk mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara.