PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan media dan hiburan yang didirikan oleh pesohor Raffi Ahmad, resmi mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026. Melalui aksi korporasi ini, emiten berkode saham RANS tersebut berhasil meraup dana segar senilai Rp429,25 miliar dengan melepas 2,525 miliar lembar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham perdana ini ditawarkan kepada publik dengan harga Rp170 per lembar.
Kehadiran RANS di pasar modal langsung menyedot perhatian para investor, tidak hanya karena nama besar Raffi Ahmad yang kini juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden, tetapi juga berkat jajaran pemegang sahamnya yang diisi oleh tokoh-tokoh berpengaruh. Selain Raffi sebagai pengendali, dokumen prospektus menunjukkan keterlibatan figur penting seperti Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, pengusaha media Sutanto Hartono, hingga putra Presiden ke-7 RI Kaesang Pangarep, bersanding dengan PT Indonesia Entertainmen Grup.
Guna memacu pertumbuhan jangka panjang, RANS mengandalkan diversifikasi bisnis di luar produksi konten digital konvensional. Perusahaan berencana memperkuat ekosistemnya melalui pengembangan kekayaan intelektual (IP), penyelenggaraan festival kuliner seperti Jajarans, hingga ekspansi ke sektor hiburan keluarga lewat proyek taman bermain Cipung Land. Strategi ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pendapatan pada figur talenta individu semata.
Dari sisi kinerja keuangan, RANS membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp56,69 miliar sepanjang tahun 2025. Performa pasar saham RANS sempat melonjak hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,12 persen ke level Rp228 pada hari pertama perdagangan. Meski sempat terkoreksi ke posisi Rp204 akibat aksi ambil untung, saham RANS kembali menunjukkan daya beli pasar dengan menguat ke level Rp218 beberapa hari setelahnya.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, menilai bahwa lonjakan awal saham RANS lebih didorong oleh sentimen kekuatan merek (brand value) Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Nafan menekankan bahwa untuk jangka menengah hingga panjang, keberlanjutan emiten ini akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen mengonversi popularitas menjadi pertumbuhan laba riil atau bergeser dari sekadar "brand story" menjadi "earnings story".
Sementara itu, dari sudut pandang analisis teknikal, Investment Specialist KISI Sekuritas, Ahmad Faris Mu'tashim, menyarankan pelaku pasar untuk mencermati fluktuasi harga saham RANS di sekitar area pivot. Ia memetakan level dukungan (support) kuat berada di rentang Rp246 hingga Rp250, sedangkan target resistansi terdekat diperkirakan berada di kisaran Rp278 sampai Rp284 per lembar saham.