Mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia, Novita Sari, tampil sebagai narasumber dalam program Semarak Piala Dunia 2026 yang ditayangkan TVRI Lampung.

Dalam program tersebut, Novita membahas tema “Piala Dunia 2026: Inspirasi Penguatan Sportivitas Atlet Muda Lampung”. Kehadirannya dinilai menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menyampaikan edukasi olahraga kepada publik melalui media massa.

Novita menyampaikan bahwa Piala Dunia 2026 dapat menjadi momentum penting untuk menumbuhkan nilai sportivitas di kalangan generasi muda, terutama para atlet muda di Provinsi Lampung. Menurutnya, ajang sepak bola dunia tidak hanya menampilkan persaingan prestasi, tetapi juga memperlihatkan pentingnya disiplin, kerja keras, konsistensi, dan sikap pantang menyerah.

Ia menilai keberhasilan para pesepak bola dunia lahir dari proses panjang yang melibatkan latihan berkelanjutan, komitmen kuat, serta kemampuan menjaga integritas dalam setiap pertandingan. Nilai-nilai tersebut, kata Novita, perlu dikenalkan sejak dini kepada atlet muda agar mereka tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga memahami etika dalam berkompetisi.

Selain kemampuan fisik dan teknik, Novita menekankan pentingnya karakter, mental juara, dan kerja sama tim dalam membangun prestasi olahraga. Hal itu disebut sebagai bekal utama bagi atlet muda Indonesia untuk berkembang dan bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kepercayaan TVRI Lampung kepada mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia juga dipandang sebagai pengakuan terhadap kapasitas mahasiswa Pendidikan Olahraga dalam menyampaikan gagasan secara ilmiah dan komunikatif. Kemampuan berbicara di ruang publik, berpikir kritis, serta mengemas informasi olahraga menjadi bagian dari kompetensi yang terus dikembangkan di lingkungan kampus.

Program Studi Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia membekali mahasiswa dengan berbagai bidang keilmuan, antara lain kepelatihan, fisiologi olahraga, biomekanika, psikologi olahraga, manajemen olahraga, sport science, serta pemanfaatan teknologi untuk pengembangan prestasi olahraga.

Dengan bekal kurikulum tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya siap menjadi guru olahraga, tetapi juga mampu berperan sebagai pelatih, analis olahraga, peneliti, konsultan kebugaran, maupun narasumber profesional dalam berbagai forum.

Novita mengaku bangga mendapat kesempatan berbagi pandangan melalui siaran TVRI Lampung. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan diri sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Pendidikan Olahraga dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi olahraga masyarakat.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa sebagai narasumber di media menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran dalam mencetak generasi muda yang berpengetahuan, percaya diri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu hadir memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Kepercayaan TVRI kepada Novita Sari menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kompetensi, wawasan, dan karakter yang siap berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk dunia olahraga dan media,” ujar Mahathir.

Partisipasi Novita juga disebut sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, kehidupan sehat dan sejahtera, serta kemitraan dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi publik.

Melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik, media, dan sosial, Universitas Teknokrat Indonesia berupaya memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang mendorong lahirnya lulusan unggul, inovatif, berkarakter, dan mampu memberi dampak bagi masyarakat.