Pameran teknologi berskala internasional, Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026, resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Berlangsung selama tiga hari dari tanggal 11 hingga 13 Agustus 2026, ajang ini menjadi titik temu bagi ratusan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem digital yang kokoh di tanah air.

Sebanyak 952 eksibitor dari delapan negara turut berpartisipasi memamerkan solusi digital mutakhir. Menempati area pameran seluas 13.000 meter persegi dengan dukungan penuh dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, INTI 2026 menampilkan inovasi di lima belas sektor strategis, mulai dari konektivitas dasar hingga teknologi canggih.

Direktur CNG Trade & Event, Hendri Bunardy, menjelaskan bahwa pameran ini dirancang sebagai wadah interaktif untuk memicu lahirnya ide-ide kreatif dan membuka peluang kemitraan investasi baru. Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar membangun infrastruktur konektivitas, melainkan mengintegrasikannya ke dalam berbagai lini industri guna menciptakan nilai tambah.

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) melalui area khusus bernama AI Experience. Kehadiran teknologi AI, Internet of Things (IoT), keamanan siber, dan robotika diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri nasional. Selain itu, dipamerkan pula teknologi komputasi awan yang dirancang untuk mendukung keamanan dan kelancaran tata kelola data pada sektor perbankan modern.

Dengan target kunjungan mencapai lebih dari 30.000 orang, INTI 2026 diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi industri Indonesia untuk bertransformasi menjadi sektor usaha yang lebih cerdas, efisien, inovatif, dan siap bersaing di kancah global.