Bondowoso — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Jawa Timur III, Nihayatul Wafiroh, menyelenggarakan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang digelar di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu berhasil menarik partisipasi ratusan warga dari berbagai lapisan masyarakat.
Sosialisasi ini dirancang untuk mendorong kesadaran kolektif masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat serta memaksimalkan pemanfaatan fasilitas layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Dalam pemaparannya, politisi asal Jawa Timur tersebut menekankan bahwa kesehatan semestinya menempati posisi utama dalam skala prioritas setiap keluarga, terlepas dari kondisi ekonomi mereka.
Nihayatul menyoroti fenomena paradoks di tengah masyarakat, di mana tidak sedikit warga berkecukupan secara finansial yang justru mengabaikan aspek kesehatan. "Ada orang yang secara ekonomi sangat mampu, punya kendaraan, sawah, bahkan memakai perhiasan emas, tetapi menganggap kesehatan bukan hal yang penting sehingga tidak mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan," ungkapnya. Ia mengontraskan hal tersebut dengan sikap sebagian petani dan guru berpenghasilan sederhana yang justru menjadikan jaminan kesehatan sebagai kebutuhan pokok agar tidak membebani keluarga maupun lingkungan sekitar saat jatuh sakit.
Dalam kesempatan yang sama, legislator perempuan ini memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang telah berhasil meraih status Universal Health Coverage (UHC). Pencapaian ini memungkinkan seluruh warga Bondowoso mengakses pelayanan kesehatan cukup dengan menunjukkan KTP setempat sesuai ketentuan yang berlaku. Meskipun begitu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap reaktif dengan baru mengurus kepesertaan BPJS saat sudah membutuhkan pengobatan, karena konsep dasar jaminan kesehatan nasional adalah perlindungan preventif sebelum seseorang terserang penyakit.
Nihayatul juga mengimbau warga untuk aktif memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis yang digulirkan pemerintah. Menurutnya, program ini memiliki peran krusial dalam mendeteksi dini berbagai penyakit serius seperti kanker dan gangguan jantung yang kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Ia membagikan pengalaman saat kunjungan kerja di Jawa Barat, di mana seorang warga yang merasa sehat ternyata terdeteksi memiliki gangguan kesehatan setelah mengikuti program pemeriksaan gratis tersebut.
"Beliau mengaku tidak merasakan keluhan apa pun, tetapi karena mengikuti program cek kesehatan gratis dan memiliki kebiasaan merokok, akhirnya diketahui ada gangguan kesehatan yang sebelumnya tidak disadari. Ini membuktikan bahwa deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat," tutur Nihayatul.
Sepanjang kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pemaparan materi maupun sesi dialog interaktif yang membahas pola hidup sehat, strategi pencegahan penyakit, serta optimalisasi layanan kesehatan yang tersedia. Acara berlangsung tertib dan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Melalui sosialisasi GERMAS ini, diharapkan budaya hidup sehat semakin mengakar di kalangan masyarakat Bondowoso demi terwujudnya kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.