Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan inovasi teknologi penyimpanan gas terbaru bernama Adsorbed Natural Gas (ANG) kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta. Teknologi ini digadang-gadang menjadi solusi alternatif masa depan untuk menggantikan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di dalam negeri.
Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa ANG merupakan sistem penyimpanan gas alam berbasis material penyerap berpori (adsorben), seperti metal-organic framework (MOF). Karakteristik utama dari teknologi ini adalah kemampuannya menyimpan gas dalam tekanan rendah, yakni di bawah 30 bar, jauh lebih rendah dibanding Compressed Natural Gas (CNG).
Rendahnya tekanan operasional tersebut tidak hanya meningkatkan faktor keselamatan dan efisiensi penyimpanan, tetapi juga berpotensi menekan biaya operasional. Jika berhasil diimplementasikan secara massal, penggunaan ANG diharapkan mampu menekan ketergantungan impor gas sekaligus menghemat devisa negara secara signifikan.
Kendati memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk merevolusi sektor energi nasional, Arif mengakui bahwa teknologi ANG saat ini masih dalam tahap pengembangan riset dan belum masuk ke fase komersialisasi industri. Evaluasi dan penyempurnaan terus berjalan agar teknologi ini siap diterapkan dalam skala komersial.
Selain memaparkan potensi ANG, BRIN juga memamerkan sekitar 150 hingga 200 produk inovasi dari 12 klaster riset di hadapan Kepala Negara. Ragam inovasi yang ditampilkan mencakup sektor pangan, kesehatan, kedirgantaraan, energi nuklir, hingga teknologi pendukung program prioritas seperti program Makan Bergizi Gratis.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum dialog langsung antara Presiden Prabowo dengan para periset BRIN. Arif menegaskan, komitmen Presiden yang memandang penguasaan teknologi sebagai cerminan martabat bangsa menjadi pemantik semangat para peneliti untuk terus menghasilkan karya nyata bagi masyarakat.