Hasil dramatis dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir menyisakan perdebatan panjang terkait kepemimpinan wasit asal Prancis, François Litxer. Meski Argentina berhasil melaju ke babak berikutnya dengan skor 3-2, mantan bintang timnas Argentina, Claudio López, secara terbuka mengkritik keputusan wasit yang dinilai merugikan kubu Mesir.
Pertandingan yang berlangsung Selasa malam tersebut sempat diwarnai oleh keunggulan 2-0 yang diraih oleh Mesir. Namun, momentum laga berubah setelah serangkaian keputusan kontroversial, termasuk dianulirnya gol Mustafa Zico dan penolakan wasit memberikan penalti bagi Mohamed Salah sesaat sebelum gol kemenangan Argentina tercipta.
Dalam analisisnya di kanal BeIN Sports, López menyoroti inkonsistensi wasit dalam mengambil keputusan. Ia merujuk pada pembatalan gol Zico akibat pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez, yang menurutnya seharusnya menjadi standar serupa bagi insiden yang melibatkan Mohamed Salah.
"Situasi yang dialami Salah seharusnya menjadi pelanggaran dan berbuah penalti. Meskipun posisi bola sedikit berbeda dibandingkan insiden Martínez, perlakuannya seharusnya setara," ungkap López. Lebih lanjut, ia juga mengkritisi efektivitas penggunaan Video Assistant Referee (VAR) yang dianggap lamban dalam meninjau insiden-insiden krusial di sepanjang turnamen ini.
Kekalahan ini menjadi akhir perjalanan pahit bagi timnas Mesir yang sempat tampil impresif di awal laga. Polemik ini menambah daftar panjang perdebatan mengenai penerapan teknologi dan integritas kepemimpinan wasit dalam gelaran sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.