Pemerintah Kota Pekalongan resmi memulai program penemuan kasus aktif atau Active Case Finding (ACF) untuk mempercepat pelacakan penderita tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut. Langkah taktis ini diambil guna memutus mata rantai penyebaran penyakit menular tersebut dengan target sasaran mencapai 1.350 warga yang memiliki kontak erat dengan pasien positif TBC.

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat ada 140 kasus TBC yang terdeteksi di wilayahnya. Mengingat sifat penyakit ini yang mudah menular dan memerlukan pengobatan intensif minimal selama enam bulan, Afzan menekankan pentingnya strategi jemput bola untuk menjaring masyarakat yang berisiko tinggi tanpa harus menunggu mereka datang ke fasilitas kesehatan.

Dalam menunjang operasional di lapangan, petugas kesehatan dibekali dengan perangkat teknologi penunjang berupa mesin X-ray portabel untuk melakukan skrining cepat secara langsung di tengah masyarakat. Wali Kota yang akrab disapa Aaf tersebut mengimbau warga agar tidak merasa takut atau enggan mengikuti pemeriksaan ini, sebab deteksi dini sangat krusial agar pengobatan bisa segera diberikan.

Program kemanusiaan yang berlangsung hingga September 2026 ini turut didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Jateng dengan total bantuan sebesar Rp122.420.000. Sinergi ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), hingga kader kesehatan dari Mentari Sehat Indonesia guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.