Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, memanfaatkan sela-sela kunjungan kerjanya di Provinsi Banten dengan menikmati keindahan alam dan mencicipi kuliner tradisional setempat. Langkah ini diambil di tengah padatnya agenda kedinasan dan organisasi yang ia jalani di wilayah Banten Selatan.
Diketahui, Dahnil berada di Banten sejak Jumat (7/8/2026) untuk melakukan pembinaan pegawai di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Keesokan harinya, Sabtu (8/8/2026), ia dijadwalkan menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Ormas Matahari Pagi Indonesia (MPI) Provinsi Banten yang berlangsung di Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang.
Sebelum bertolak ke Kota Serang untuk agenda pelantikan, Dahnil menyempatkan diri menjajal jalur lari pagi di kawasan konservasi Taman Hutan Rakyat (Tahura) Kabupaten Pandeglang selepas subuh. Melalui akun media sosial resminya, ia membagikan pengalaman menikmati udara segar dan suasana asri hutan lindung tersebut.
Tak hanya berolahraga, Dahnil juga mengapresiasi keberadaan para pedagang durian lokal dan warung makan yang dikelola warga di sekitar area hutan. Menurutnya, keberadaan fasilitas kuliner lokal ini memberikan kenyamanan ekstra bagi para pengunjung yang ingin bersantai setelah beraktivitas fisik.
Selain menikmati durian hasil panen warga, Wamenhaj turut mempromosikan panganan tradisional khas Pandeglang, salah satunya "Kue Balok" khas Menes yang terbuat dari singkong, kelapa, dan gula merah. Ia bahkan mengombinasikannya dengan durian Baduy asal Kabupaten Lebak sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan cita rasa Nusantara.
Dahnil menegaskan pentingnya menjaga, mengenalkan, dan melestarikan kekayaan kuliner lokal sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang bernilai tinggi. Ia pun mengajak masyarakat luas untuk terus mengeksplorasi potensi pariwisata dan kuliner yang ada di kawasan Banten Selatan.