Kemacetan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Medan kini berdampak langsung pada urat nadi perekonomian masyarakat kelas pekerja. Antrean panjang yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memaksa warga membuang waktu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar, bahkan hingga kehilangan sebagian pendapatan harian mereka.
Di SPBU Simpang Selayang, Jalan Setia Budi, kekhawatiran menyelimuti para pengendara yang mengantre. Rudi (45), seorang karyawan rumah sakit, mengaku cemas setelah menunggu lebih dari satu jam. Di tengah kepungan puluhan sepeda motor yang mengantre demi beberapa liter bensin, ia hanya bisa berharap pasokan tidak habis saat gilirannya tiba.
Pemandangan serupa terjadi di SPBU Jalan Jamin Ginting. Sejak pagi hari, antrean kendaraan roda dua hingga truk telah memadati area sebelum stasiun pengisian beroperasi. Aditya (40), seorang pekerja borongan asal Tembung, terpaksa gigit jari karena waktu kerjanya terpangkas signifikan akibat mengantre lebih dari dua jam di lokasi tersebut.
Akibat keterlambatan ini, Aditya dan rekannya terpaksa menunda pekerjaan hingga siang hari. Baginya, hilangnya jam kerja berarti pemotongan upah oleh pihak pemborong. Kondisi ini dirasa sangat memberatkan, namun ia mengaku tidak memiliki pilihan lain demi bisa terus bekerja mencari nafkah.
Dampak yang sama dirasakan oleh Hendra (43), seorang teknisi servis pendingin ruangan (AC). Keterlambatan pengisian BBM membuatnya terlambat datang ke rumah pelanggan yang telah memesan jasanya secara daring. Meski terus dihubungi konsumen yang tidak sabar, ia hanya bisa pasrah sembari bergantian mengantre dengan rekannya.
Menanggapi situasi ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa lonjakan permintaan selama libur sekolah menjadi pemicu utama kepadatan di SPBU. Pihaknya mengklaim tengah mengoptimalkan penyaluran BBM guna mengurai antrean dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta membeli bahan bakar sesuai kebutuhan.