Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ponorogo tengah memusatkan perhatian pada pembinaan atlet muda melalui gelaran Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) 2026. Ajang yang berlangsung sepanjang Juli ini menjadi langkah taktis dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial yang nantinya akan diproyeksikan untuk mewakili Ponorogo pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur di Surabaya tahun depan.

Ketua Harian KONI Ponorogo, Sumani, mengungkapkan bahwa mayoritas peserta Kejurkab tahun ini didominasi oleh kalangan pelajar. Mengingat regulasi Porprov menetapkan batas usia maksimal 23 tahun, partisipasi para pelajar ini dinilai sangat strategis untuk memenuhi kriteria usia sekaligus menjamin keberlanjutan regenerasi atlet di masa depan.

Evaluasi dari ajang Porprov IX Jatim di Malang Raya pada 2025 menjadi cambuk bagi KONI Ponorogo. Kala itu, kontingen Ponorogo berhasil mengumpulkan 9 medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu, yang menempatkan daerah tersebut di peringkat ke-26. Kini, KONI bertekad untuk memperbaiki posisi tersebut dengan melakukan pembinaan lebih intensif melalui induk cabang olahraga masing-masing pasca-Kejurkab.

Sejauh ini, cabang olahraga (cabor) beladiri seperti jujitsu dan pencak silat masih menjadi tumpuan utama perolehan medali bagi Ponorogo. Namun, Sumani optimistis bahwa potensi medali tidak terbatas pada cabor tersebut saja. Atlet dari cabor lain, seperti panjat tebing, atletik, renang, hingga paralayang dan gantole, juga diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perolehan medali di ajang provinsi nanti.

Sebagai tahap akhir dari rangkaian seleksi, para atlet berprestasi hasil Kejurkab 2026 akan mendapatkan pendampingan khusus. Langkah ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing atlet lokal agar mampu berbicara lebih banyak di kancah olahraga tingkat provinsi.