Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur masa bakti 2026–2030 telah resmi dilantik di Pendopo Odah Etam, Samarinda, pada Minggu (12/7/2026) malam. Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru dalam tata kelola keolahragaan di Benua Etam dengan fokus utama menatap ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan digelar di NTB, NTT, dan Jakarta pada 2028 mendatang.
Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listyono, mengungkapkan bahwa struktur kepengurusan baru yang berjumlah 83 orang ini dirancang dengan komposisi lintas profesi. Mulai dari kalangan akademisi, praktisi bisnis, hingga mantan atlet dan pelatih dilibatkan demi menciptakan kolaborasi yang solid untuk mendukung peta jalan (road map) pembinaan atlet yang lebih komprehensif.
Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar seremoni administratif, melainkan momentum akselerasi program kerja. Menurutnya, waktu menuju PON 2028 semakin sempit sehingga evaluasi mendalam terhadap cabang olahraga (cabor) unggulan dan potensial harus segera dilakukan untuk memetakan kekuatan Kaltim secara akurat.
Strategi besar yang disiapkan mencakup pendekatan berbasis data, pemanfaatan sport science, serta peningkatan kualitas pembinaan atlet usia dini. Selain aspek teknis, KONI Kaltim juga berkomitmen memberikan pendampingan psikologis dan medis bagi para atlet untuk memastikan performa mereka tetap prima saat berlaga di arena nasional.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran, pengurus baru bertekad mengedepankan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan profesional. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menjawab amanat pemerintah provinsi guna mengembalikan Kalimantan Timur sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional dengan target ambisius menembus tiga besar di PON 2028.