Persoalan pengasuhan anak antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi sorotan. Ketegangan antara mantan pasangan tersebut kini bergulir ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), setelah kedua pihak disebut sama-sama menempuh jalur pelaporan dan konsultasi melalui lembaga tersebut.
Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Sarwendah menyatakan siap memberikan penjelasan lengkap atas berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Pihaknya juga mengaku telah menyiapkan bukti-bukti untuk menjawab laporan maupun klaim yang disampaikan pihak Ruben Onsu.
Isu yang menjadi perhatian antara lain dugaan pembatasan akses Ruben untuk bertemu kedua putrinya, Thalia dan Thania, serta tudingan lain terkait pengasuhan anak. Chris menegaskan, kliennya tidak akan tinggal diam menghadapi laporan tersebut.
"Atas laporan yang kami lakukan dan terkait laporan yang mereka lakukan semuanya, akan kami siapkan seluruh bukti untuk memberikan penjelasan sejelas-jelasnya," ujar Chris Sam Siwu kepada detikcom, Rabu (24/6/2026).
Chris membantah keras anggapan bahwa Sarwendah menghalangi Ruben bertemu anak-anak mereka. Menurut dia, persoalan yang terjadi lebih berkaitan dengan komunikasi antara kedua orang tua yang belum berjalan ideal, bukan karena adanya upaya menutup akses.
"Terkait isu mempersulit RO ketemu anak saya bantah keras. Bahwa tidak pernah, klien kami mempersulit RO ketemu anak, yang terjadi adalah komunikasi belum pas saja antara ibu dan bapaknya," kata Chris.
Meski demikian, pihak Sarwendah menyatakan menghormati langkah Ruben Onsu yang membawa persoalan ini ke lembaga negara. Mereka menilai penyelesaian melalui jalur resmi dapat membantu menghadirkan penilaian yang lebih objektif dan berlandaskan kepentingan terbaik bagi anak.
Sarwendah berharap seluruh bukti dan keterangan yang nantinya disampaikan kepada KPAI dapat menjadi bahan pertimbangan bagi komisioner dalam memberikan rekomendasi terkait pola pengasuhan Thalia dan Thania.
"Kami apresiasi penyelesaian dengan menggunakan lembaga-lembaga. Kami berharap, dengan laporan kami dan mereka di KPAI semoga bisa ada solusi yang terbaik buat semua. Terutama demi kepentingan anak," ujar Chris.