PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mempertegas komitmennya dalam menerapkan standar operasional berkelas dunia di industri hulu migas. Langkah nyata ini dibuktikan dengan keberhasilan perusahaan mempertahankan sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) yang mencakup aspek mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sertifikasi internasional yang berhasil dipertahankan tersebut meliputi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 untuk pengelolaan lingkungan hidup, serta ISO 45001:2018 terkait keselamatan kerja. Pencapaian ini diserahkan secara resmi di Jakarta setelah PHR melalui audit pengawasan (surveillance) tahap kedua yang ketat.

Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar ISO bukan sekadar formalitas administratif untuk mendapatkan sertifikat. Baginya, penerapan standardisasi ini merupakan instrumen strategis guna mendorong kelincahan organisasi serta efektivitas proses bisnis di seluruh lini operasional.

Arifin memaparkan bahwa wilayah kerja Blok Rokan kini menjadi salah satu pusat inovasi teknologi migas terlengkap di Indonesia. Selain menerapkan metode produksi primer, sekunder, dan tersier, anak usaha Pertamina ini tengah bersiap mengimplementasikan teknologi pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) untuk membuka potensi cadangan energi baru.

Ke depan, PHR berencana memperluas cakupan standarisasi ini ke wilayah kerja lainnya di Regional 1, yang mencakup Zona 1, Rokan, hingga Zona 4. Langkah ini mendapat apresiasi dari Direktur Komersial PT Sucofindo, Agus Permadi, yang menilai konsistensi PHR dapat menjadi role model dalam mengintegrasikan aspek K3 dan keberlanjutan lingkungan ke dalam budaya kerja hulu migas nasional.