Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi membuka Kejuaraan Tinju Nasional yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya, Kota Surakarta, pada Sabtu (4/7) malam. Ajang bergengsi yang memperebutkan Sabuk Emas Gubernur Jawa Tengah serta Sabuk Emas Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) ini menjadi simbol komitmen pemerintah provinsi dalam memulihkan kejayaan olahraga tinju yang sempat meredup.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini bukan sekadar pertandingan, melainkan upaya sistematis untuk membentuk karakter disiplin dan sportivitas para atlet. Ia menaruh harapan besar agar kegiatan serupa dapat dihelat secara rutin di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah dengan melibatkan pemerintah daerah setempat sebagai upaya memperluas jangkauan pembinaan.

Lebih lanjut, Gubernur memandang bahwa gelaran tinju memiliki potensi besar dalam mendongkrak sektor pariwisata olahraga atau sport tourism di Jawa Tengah. Mengingat olahraga kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, pengembangan iklim kompetisi yang sehat diharapkan mampu menarik minat lebih banyak pihak untuk terlibat dalam ekosistem tinju profesional.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti, menyambut baik dukungan penuh dari pemerintah provinsi. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki sejarah panjang dalam melahirkan petinju kelas dunia. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi tinju menjadi kunci utama dalam melakukan regenerasi atlet serta menjaring bibit unggul yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.