Komisi II DPRD Samarinda secara resmi menyoroti efektivitas pengelolaan sektor pemuda, olahraga, dan pariwisata di bawah naungan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Meskipun realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata dinilai melampaui target pada semester pertama 2026, pihak legislatif memandang alokasi anggaran yang tersedia saat ini masih belum sebanding dengan beban kerja dinas yang mencakup bidang-bidang strategis.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengungkapkan bahwa realisasi anggaran Disporapar selama enam bulan terakhir telah mencapai angka 50 persen. Pencapaian serupa juga terlihat pada sektor pariwisata, di mana realisasi pendapatan telah menyentuh angka Rp750 juta dari target tahunan sebesar Rp1,4 miliar. Kendati demikian, Iswandi menegaskan bahwa dinas membutuhkan dukungan fiskal yang lebih memadai guna memaksimalkan potensi ekonomi kreatif dan kepemudaan di ibu kota Kalimantan Timur.
Selain masalah pendanaan, DPRD juga menyoroti hambatan birokrasi terkait status kepemilikan aset daerah. Iswandi menyoroti bahwa Stadion Segiri hingga saat ini masih dalam proses administratif yang belum tuntas, terutama terkait serah terima aset dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada Pemerintah Kota Samarinda. Status hukum yang menggantung ini berdampak langsung pada terhambatnya upaya optimalisasi dan pengembangan fasilitas olahraga di kawasan tersebut.
Legislatif berkomitmen untuk mengawal percepatan proses serah terima aset tersebut agar Pemkot Samarinda memiliki landasan hukum yang kuat dalam melakukan pengelolaan aset. Dengan adanya kejelasan status, pemerintah diharapkan mampu mengelola fasilitas publik dengan lebih leluasa dan profesional demi kepentingan masyarakat luas.
Terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Iswandi memastikan bahwa seluruh catatan administratif yang ada di Disporapar sudah hampir seluruhnya ditindaklanjuti. Pihaknya menegaskan tidak ada temuan signifikan yang berpotensi menghambat kinerja dinas. Ke depan, DPRD berharap sinergi antara anggaran yang memadai dan kepastian aset dapat menjadi modal utama untuk mendongkrak kontribusi sektor olahraga serta pariwisata terhadap pembangunan daerah.