PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester pertama tahun 2026. Emiten pengelola jaringan rumah sakit Siloam ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp580,68 miliar. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 27,11 persen dibandingkan perolehan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp456,82 miliar. Sejalan dengan pertumbuhan laba, laba per saham (earnings per share) perusahaan juga terkerek naik 27,08 persen menjadi Rp44,71 per lembar saham.
Pertumbuhan laba bersih yang signifikan ini ditopang oleh kinerja pendapatan yang terus tumbuh. Berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan, pendapatan SILO menembus Rp6,76 triliun pada paruh pertama 2026, meningkat sekitar 10,78 persen dibanding semester I 2025 yang sebesar Rp6,10 triliun. Layanan rawat jalan maupun rawat inap menjadi motor utama penggerak pertumbuhan pendapatan perseroan sepanjang periode ini.
Dari sektor rawat jalan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp3,07 triliun, tumbuh 7,90 persen dari periode sebelumnya sebesar Rp2,85 triliun. Kontribusi terbesar disumbang oleh jasa penunjang medis dan jasa tenaga ahli yang mencapai Rp1,65 triliun, disusul oleh penjualan obat serta perlengkapan medis senilai Rp1,05 triliun. Sementara itu, pendapatan dari layanan rawat inap naik 5,49 persen menjadi Rp3,69 triliun, ditopang oleh peningkatan jasa penunjang medis dan kenaikan okupansi kamar rawat.
Lebih rinci pada segmen rawat inap, kontribusi jasa penunjang medis dan tenaga ahli tumbuh 12,13 persen menjadi Rp1,10 triliun, sedangkan penjualan obat dan alat medis menyumbang Rp1,19 triliun. Pendapatan dari sewa kamar rawat inap juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 16,04 persen menjadi Rp441,54 miliar, diikuti oleh pendapatan ruang operasi yang tumbuh 20,27 persen menjadi Rp229,89 miliar. Namun, pendapatan fasilitas rumah sakit dari segmen rawat jalan tercatat sedikit terkoreksi sebesar 1,58 persen menjadi Rp106,42 miliar.
Seiring dengan ekspansi operasional dan peningkatan layanan medis, SILO mencatat kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp4,18 triliun pada semester pertama 2026. Kendati demikian, neraca keuangan perseroan tetap menunjukkan posisi yang kuat dengan total aset tumbuh 9,25 persen menjadi Rp15,83 triliun dibanding posisi akhir Desember 2025. Jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp5,28 triliun, sedangkan total ekuitas perseroan menguat menjadi Rp10,54 triliun hingga akhir Juni 2026.