Kementerian Pariwisata menegaskan strategi pemanfaatan even nasional dan internasional, khususnya di sektor musik dan olahraga, sebagai magnet baru untuk menarik kunjungan wisatawan. Langkah ini dianggap mampu sekaligus menggerakkan roda perekonomian di berbagai daerah penyangga destinasi.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, di Jakarta pada Kamis lalu, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan seperti konser musik dan kompetisi olahraga menjadi faktor penarik utama. "Tentu kegiatan itu bisa olahraga, bisa musik, bisa apa, itu adalah faktor penarik untuk mendatangkan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara," ujarnya.

Strategi ini sejalan dengan arahan dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi yang membahas peluang pertumbuhan ekonomi baru melalui sektor pariwisata. Kementerian terus mengembangkan inisiatif melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN) sebagai instrumen promosi destinasi di seluruh Indonesia.

Tren music tourism, atau pariwisata berbasis musik, kini mendapat perhatian serius. Juru Bicara Mohammad Achir memaparkan bahwa Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana telah melakukan dialog intensif dengan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI). Diskusi ini fokus pada pengembangan wisata berbasis konser dan potensi peningkatan kunjungan wisatawan melalui hiburan berskala besar.

Selain musik, pengembangan sport tourism atau pariwisata olahraga juga menjadi prioritas. Kementerian mendorong penyelenggaraan event lari seperti di kawasan Mandalika hingga Geopark Run Series. Even-even tersebut dinilai efektif tidak hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga untuk menghidupkan ekonomi masyarakat lokal di sekitar destinasi.

Untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah event kelas dunia, Kementerian Pariwisata juga berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Pembahasan mencakup aspek pendukung kritis, seperti kemudahan perizinan serta pengurusan visa bagi artis dan peserta mancanegara, guna meningkatkan daya saing.