Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI kembali menjalin sinergi strategis dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menyelenggarakan program beasiswa bidang keolahragaan tahap kedua tahun 2026. Inisiatif ini dirancang sebagai upaya konkret pemerintah dalam mencetak tenaga profesional yang mampu memperkuat ekosistem olahraga nasional.
Dalam webinar sosialisasi yang digelar di Jakarta, Asisten Deputi Olahragawan Elit Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim, menekankan bahwa pengembangan olahraga di Indonesia tidak boleh hanya terbatas pada raihan medali semata. Diperlukan fondasi SDM yang memiliki kompetensi mumpuni serta wawasan luas untuk beradaptasi dengan tantangan dunia olahraga modern.
Program ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari olahragawan aktif, mantan atlet, hingga jajaran pelatih dan tenaga pendukung olahraga lainnya. Budi menjelaskan bahwa terdapat dua skema pendaftaran, yakni jalur penghargaan prestasi bagi mereka yang telah mengharumkan nama bangsa, serta jalur peningkatan prestasi yang ditujukan untuk pengembangan kompetensi individu lebih lanjut.
Pihak LPDP, yang diwakili oleh Kepala Subdivisi Kerja Sama Beasiswa, Azman Muammar, menyatakan bahwa dukungan dana abadi pendidikan ini adalah instrumen krusial dalam menciptakan SDM unggul. Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana sektor olahraga diharapkan mampu berkontribusi lebih besar melalui tata kelola yang profesional.
Bagi para insan olahraga yang berminat, kesempatan pendaftaran telah dibuka sejak 30 Juni dan akan berakhir pada 31 Juli 2026. Pemerintah mengimbau para calon peserta untuk segera mempersiapkan persyaratan administrasi maupun rencana studi guna memastikan proses seleksi berjalan maksimal. Informasi mendetail terkait pendaftaran dapat diakses langsung melalui kanal resmi Kemenpora RI.