Mengatasi krisis pelayanan medis pascabencana, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memberangkatkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman personel ini merupakan langkah cepat untuk memulihkan fasilitas kesehatan yang lumpuh akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores beberapa waktu lalu.
Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, melepas langsung keberangkatan para relawan dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten. Selama 14 hari ke depan, tim medis ini akan disebar ke enam wilayah terdampak paling parah, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Bencana gempa yang terjadi pada pertengahan Agustus 2026 tersebut dilaporkan berdampak pada 1,9 juta jiwa di tujuh kabupaten/kota. Berdasarkan data Pusat Krisis Kesehatan, peristiwa ini merenggut 91 korban jiwa, melukai ratusan orang, dan memaksa 161.874 warga mengungsi, sembari merusak infrastruktur kesehatan vital di daerah tersebut.
Dalam arahannya, Kunta menekankan tiga poin penting kepada seluruh relawan: fokus menyelesaikan krisis medis secara taktis, menjaga soliditas lintas instansi, serta senantiasa memprioritaskan keselamatan diri selama bertugas di zona bencana. Ia mengingatkan agar para petugas tidak mengabaikan kesehatan fisik mereka sendiri demi menolong orang lain.
Sementara itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, memerinci bahwa armada relawan ini terdiri atas 128 tenaga medis baru—termasuk dokter umum, perawat, bidan, apoteker, serta berbagai dokter spesialis seperti spesialis penyakit dalam, anak, bedah, dan ortopedi. Kekuatan ini diperkuat oleh 78 dokter internsip yang telah bersiaga di Pulau Flores.
Misi kemanusiaan ini digerakkan oleh panggilan jiwa para relawan, seperti Bidan Istiqomah dan dokter spesialis ortopedi dr. Muhammad Amir Sahala. Kehadiran mereka diharapkan mampu menopang sistem kesehatan lokal yang kewalahan, sekaligus menjamin warga terdampak mendapatkan perawatan medis yang layak hingga situasi kembali kondusif.