Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia terus mengakselerasi pengembangan Smart Mobility, sebuah konsep yang mengintegrasikan teknologi digital dan Internet of Things (IoT) ke dalam sistem transportasi nasional. Langkah ini ditujukan untuk mewujudkan mobilitas yang lebih cepat, efisien, aman, serta ramah lingkungan melalui pemanfaatan manajemen lalu lintas cerdas dan kendaraan listrik.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil Al Himam, menegaskan bahwa ekonomi kreatif tidak lagi terbatas pada karya seni semata. Menurutnya, ekonomi kreatif kini mencakup penerapan teknologi di berbagai sektor guna menghasilkan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia, termasuk di ranah transportasi.

"Ekonomi kreatif juga berbicara tentang inovasi, riset, teknologi, dan kemampuan mengubah pengetahuan menjadi solusi yang memberikan nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat," ujar Himam dalam acara Welcoming the Future of Air Mobility yang digelar oleh Helicity di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Dalam pandangannya, smart mobility, kecerdasan buatan, Internet of Things, hingga Urban Air Mobility merupakan representasi wajah baru ekonomi kreatif Indonesia. Himam menyatakan bahwa inovasi di sektor-sektor tersebut tidak hanya menghasilkan kemajuan teknologi, tetapi juga melahirkan kekayaan intelektual, startup, talenta unggul, serta peluang ekonomi baru yang menjanjikan.

Di tengah era keterbukaan informasi yang memungkinkan akses tak terbatas terhadap perkembangan teknologi global, Himam menekankan pentingnya generasi muda Indonesia untuk menguasai teknologi helikopter elektrik atau electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL). Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan solusi mobilitas yang cepat, efisien, dan terintegrasi, sekaligus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan kapasitas nasional.

Himam juga mengapresiasi langkah Whitesky Group yang memperkenalkan konsep Advanced Air Mobility dan teknologi eVTOL sebagai bagian dari masa depan transportasi Indonesia. Ia menekankan bahwa pengembangan Urban Air Mobility harus menjadi momentum untuk membangun generasi baru talenta aviasi, mengingat teknologi ini akan menciptakan kebutuhan profesi baru seperti pilot eVTOL, operator sistem, teknisi, pengembang perangkat lunak, hingga spesialis navigasi dan kecerdasan buatan.

Kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi dinilai krusial dalam konteks ini. Himam mengapresiasi kemitraan Whitesky Group dengan Institut Transportasi dan Logistik Trisakti dalam pengembangan talenta. "Tantangan kita bukan hanya mencetak lulusan, tetapi memastikan kompetensi mereka relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang," tegasnya.

Senada dengan pandangan tersebut, Secretary General ITS Indonesia, Yoga Adiwinarto, menyatakan bahwa Advanced Air Mobility merupakan bagian dari masa depan mobilitas yang sangat relevan bagi Indonesia. Ia menilai Urban Air Mobility dapat menjadi solusi konkret untuk menjawab persoalan mobilitas di kawasan perkotaan yang semakin padat, khususnya di Jakarta.

Sementara itu, Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menekankan bahwa pengembangan Urban Air Mobility bukan sekadar soal menghadirkan kendaraan udara baru, melainkan tentang membangun ekosistem transportasi yang terhubung dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan eVTOL di Indonesia akan sangat bergantung pada kesiapan regulasi, infrastruktur, sistem keselamatan, kualitas sumber daya manusia, serta integrasi dengan moda transportasi yang sudah ada.

"eVTOL bukan sekadar simbol inovasi atau kendaraan udara masa depan. Teknologi ini perlu dikaji sebagai bagian dari solusi mobilitas yang terhubung, memiliki manfaat nyata, dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia," pungkas Denon.