MANTINGAN – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan mulai mematangkan persiapan teknis dan administratif untuk penebangan pohon sengon di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngiri. Langkah ini dilakukan melalui rapat koordinasi bersama mitra kerja di Kantor BKPH Ngiri guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berwawasan lingkungan.

Penebangan ini menyasar komoditas sengon hasil tanam periode 2019/2020 yang kini telah memasuki daur tebang siap panen. Pertemuan tersebut membahas penyelarasan Rencana Tebang Tahunan (RTT) 2026, verifikasi volume kayu di lapangan, hingga pengaturan jadwal angkutan truk agar tidak mengganggu aktivitas warga di sepanjang jalan desa.

Kepala BKPH Ngiri, Pariyo, menjelaskan bahwa koordinasi ini sangat krusial untuk menyamakan persepsi di lapangan. Pihaknya menekankan pentingnya aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta minimalisasi kerusakan pada tegakan pohon lain yang tidak ditebang. Selain itu, seluruh hasil kayu diharapkan dapat terserap optimal untuk menyokong industri perkayuan lokal.

Guna mengawal jalannya proyek ini, dibentuk Tim Pengawas Tebangan BKPH Ngiri yang melibatkan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH), Mandor Tebang, dan Polisi Teritorial. Tim ini ditargetkan mampu mewujudkan nihil kecelakaan kerja (zero accident) dan mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat aktivitas penebangan.

Di sisi lain, perwakilan mitra kerja, Tiyas, menyatakan kesiapannya untuk mematuhi seluruh klausul Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tepat waktu. Ia memastikan tim penebang dan armada angkut telah disiagakan untuk bekerja di batas petak yang telah ditentukan tanpa meluas ke area lain.

Sinergi antara Perhutani dan mitra industri ini diharapkan tidak hanya mengoptimalkan pendapatan negara di sektor kehutanan, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal dengan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.