Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Provinsi Kalimantan Selatan menyambut positif pelaksanaan Banteng Domino Cup Kalimantan Selatan 2026 yang berlangsung di Banjarmasin pada Sabtu (27/6/2026) malam. Turnamen yang digagas bersama Taruna Merah Putih ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet domino potensial serta memperluas pengenalan olahraga domino di kalangan masyarakat Banua.
Ketua Pengprov Orado Kalimantan Selatan, Muhammad Rizwan Arifin, menegaskan kesiapan organisasinya dalam mendukung berbagai upaya pengembangan olahraga domino di daerah. Ia menyoroti pentingnya turnamen semacam ini sebagai momentum untuk memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga prestasi yang telah secara resmi bergabung menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
"Orado siap mendukung setiap kegiatan yang bertujuan memasyarakatkan olahraga domino. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen seperti ini juga sangat membantu proses pembibitan atlet dan sosialisasi olahraga domino kepada masyarakat," tutur Rizwan.
Lebih lanjut, Rizwan mengungkapkan bahwa Orado Kalimantan Selatan saat ini sedang menantikan proses pengesahan keanggotaan di KONI Kalimantan Selatan setelah pengajuan resmi disampaikan sebelumnya. Begitu proses tersebut rampung, pihaknya akan segera menggulirkan program pembinaan atlet secara sistematis, termasuk menargetkan keikutsertaan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan datang.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana sekaligus Dewan Pembina Orado Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin yang akrab disapa Bang Dhin, menekankan bahwa domino merupakan olahraga yang sangat merakyat dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya bertekad menjadikan olahraga ini sebagai sarana pembinaan generasi muda agar mampu menorehkan prestasi di kancah nasional.
Bang Dhin mengakui antusiasme masyarakat terhadap Banteng Domino Cup 2026 sangat tinggi, meskipun pada penyelenggaraan perdana ini kuota peserta masih dibatasi. "Animo masyarakat sangat luar biasa. Ke depan, turnamen ini akan terus kami laksanakan dan kami jadikan agenda tahunan sebagai bagian dari pembinaan atlet domino di Kalimantan Selatan," tegasnya.
Pada gelaran perdana ini, kategori senior berhasil dirajai oleh tim WWCD sebagai juara pertama, diikuti HMD di posisi kedua, SEROJA di peringkat ketiga, dan KEJORA menempati posisi keempat. Sementara di kategori junior, tim HANTAK TARUS tampil sebagai jawara, disusul TANAH ABANG JR di urutan kedua, JTUJUH di peringkat ketiga, serta RIDHO di posisi keempat.
Melalui ajang kompetisi ini, Orado Kalimantan Selatan menaruh harapan besar agar pembinaan atlet domino dapat berlangsung secara berkelanjutan dan konsisten. Tujuan utamanya adalah melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengangkat nama Banua di pentas olahraga nasional.