Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia resmi meluncurkan program bertajuk 'Indonesia Berkiblat', sebuah Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Qiblat yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk mengajak masyarakat luas melakukan verifikasi arah kiblat secara mandiri namun serentak di seluruh penjuru tanah air.
Metode yang digunakan dalam program ini mengandalkan fenomena alamiah Rashdul Qiblat, yaitu saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah. Dalam momen tersebut, bayangan dari benda yang berdiri tegak lurus dapat menjadi instrumen penunjuk arah kiblat yang presisi. Dengan memanfaatkan fenomena ini, akurasi penentuan arah kiblat dapat dicapai dengan cara yang sederhana namun saintifik.
Untuk memastikan efektivitas gerakan ini, Kemenag menekankan pentingnya kondisi cuaca yang cerah agar bayangan benda dapat terbentuk dengan jelas. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman kolektif mengenai penentuan arah ibadah yang akurat sesuai dengan kaidah astronomi.
Bagi masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi dalam program nasional ini, proses pendaftaran telah dibuka secara daring. Calon peserta dapat melakukan registrasi melalui portal resmi Indonesia Berkiblat yang telah disediakan oleh Kementerian Agama untuk mendapatkan panduan teknis lebih lanjut.