Situasi darurat kesehatan terkait penyebaran virus HIV/AIDS di Sumatera Selatan kian mengkhawatirkan. Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mengungkapkan bahwa dalam periode lima bulan pertama tahun 2026, sebanyak 28 orang dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Angka kematian ini merupakan bagian dari total 380 temuan kasus baru yang teridentifikasi sejak Januari hingga Mei 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, merinci bahwa dari jumlah kasus baru tersebut, sebanyak 249 orang positif terinfeksi HIV, sementara 131 lainnya telah mencapai stadium AIDS.
Kota Palembang mencatatkan rekor tertinggi dengan 203 kasus baru dan 10 korban jiwa. Kondisi cukup fatal juga ditemukan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), di mana dari 16 kasus yang terdeteksi, tercatat ada 4 pasien yang meninggal dunia. Wilayah lain seperti Musi Banyuasin, Lubuklinggau, dan Banyuasin juga melaporkan adanya korban jiwa akibat penyakit ini.
Hasil pemetaan epidemiologi Dinkes Sumsel menunjukkan bahwa kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menjadi populasi yang paling banyak berkontribusi terhadap temuan kasus baru. Faktor perilaku ini disebut menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian penyebaran virus di wilayah tersebut.
Data akumulatif sejak tahun 2011 hingga April 2026 menunjukkan riwayat penyebaran yang panjang di Bumi Sriwijaya dengan total 8.188 orang terinfeksi. Angka ini mencakup 4.767 penderita HIV dan 3.425 penderita AIDS, yang menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan pencegahan serta akses pengobatan.