Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda wilayah Sumatra dan Kalimantan kini berada pada fase kritis. Bencana tahunan ini tidak hanya menghanguskan ribuan hektare lahan, tetapi juga memicu krisis kesehatan masyarakat dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang meluas hingga ke negara tetangga, Malaysia.
Kondisi di lapangan menunjukkan eskalasi dampak yang mengkhawatirkan. Di Kalimantan Barat, fasilitas kesehatan setempat mencatat lonjakan drastis dengan rata-rata 5.000 kunjungan pasien ke unit gawat darurat setiap pekan akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Juli lalu. Selain itu, pekatnya kabut asap telah merenggut satu korban jiwa akibat terjebak kobaran api serta memicu kecelakaan lalu lintas akibat jarak pandang yang terbatas.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan ancaman serius terhadap hak atas lingkungan yang sehat dan hak atas kesehatan. Ia mendesak pemerintah Indonesia untuk segera membenahi akar masalah struktural, seperti evaluasi model pertanian industri skala besar, penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap, dan penegakan hukum yang tegas terhadap pembakar lahan ilegal.
Dampak buruk kabut asap ini juga melompati batas negara. Di Malaysia, kualitas udara yang memburuk memaksa penutupan sementara 591 sekolah di wilayah Sarawak demi melindungi kesehatan siswa. Sementara itu, Singapura melalui Badan Lingkungan Nasional (NEA) mulai bersiap mengantisipasi kiriman asap jika intensitas kebakaran di Indonesia terus meningkat di bawah pengaruh fenomena cuaca El Niño yang ekstrem.
Juru bicara Amnesty International Malaysia, Divya Shesshsan Balakrishnan, menyatakan bahwa penanganan isu kabut asap lintas batas ini memerlukan koordinasi regional yang solid. Menurutnya, momentum perumusan Rancangan Undang-Undang Perubahan Iklim Nasional di Malaysia harus dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola ketahanan iklim, sembari memastikan kedua negara bekerja sama secara akuntabel dalam menindak dalang di balik kebakaran hutan ini.