Pemerintah Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, memperkuat langkah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu. Situasi tersebut dinilai dapat memicu peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penularan DBD.

Lurah Karang Taliwang, Lalu Halit Wisnu Jati, mengatakan upaya antisipasi dilakukan melalui koordinasi lintas sektor serta peningkatan edukasi kepada masyarakat. Warga diminta tidak menunggu munculnya kasus, melainkan aktif menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

“DBD menjadi perhatian kita bersama agar tidak muncul kasus. Karena itu, langkah mitigasi harus terus dilakukan sejak dini,” ujar Halit, Minggu (28/6).

Selain memberikan imbauan, pihak kelurahan juga menggencarkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan tersebut dilakukan bersama unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat, termasuk melalui gerakan mandiri di lingkungan masing-masing.

Kelurahan juga menyalurkan bubuk abate kepada warga sebagai langkah tambahan untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk. Upaya ini diarahkan terutama pada tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi lokasi jentik nyamuk.

Menurut Halit, hingga pertengahan 2026 belum ditemukan kasus DBD di wilayah Karang Taliwang. Ia berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan melalui kedisiplinan warga dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada kasus. Dibandingkan tahun lalu, trennya juga mengalami penurunan,” katanya.

Meski belum merinci jumlah kasus DBD pada 2025 karena data berada di Puskesmas Karang Taliwang, Halit memastikan situasi tahun ini jauh lebih terkendali. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena potensi penularan dapat meningkat apabila lingkungan tidak dijaga.

Dalam pelaksanaan pencegahan, Kelurahan Karang Taliwang melibatkan Puskesmas, kader Posyandu, kepala lingkungan, ketua RT, dan unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan pesan pencegahan DBD menjangkau warga secara berkelanjutan.

Halit mengingatkan masyarakat agar rutin menerapkan gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng, botol, dan wadah plastik.

Warga juga diminta segera melapor kepada ketua RT atau kepala lingkungan apabila menemukan warga dengan gejala mengarah ke DBD. Laporan cepat diperlukan agar petugas kesehatan dapat melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih awal.

Gejala DBD yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi mendadak selama dua hingga tujuh hari, sakit kepala berat, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, tubuh lemas, serta muncul bintik-bintik merah pada kulit. Penanganan dini dinilai penting untuk menekan risiko komplikasi.