Kesadaran masyarakat untuk menjalani gaya hidup aktif terus bertumbuh. Aktivitas seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, hingga berlatih di pusat kebugaran kini semakin akrab dalam rutinitas harian banyak orang.

Namun, di tengah meningkatnya minat berolahraga, pemenuhan cairan tubuh masih kerap terabaikan. Banyak orang baru mengambil minum ketika rasa haus sudah muncul, padahal kondisi tersebut dapat menjadi penanda tubuh mulai mengalami kekurangan cairan.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut Hafiah, Sp.GK, mengatakan tren olahraga yang meluas di berbagai kelompok masyarakat merupakan perkembangan positif. Menurut dia, hal itu menunjukkan semakin kuatnya perhatian publik terhadap kesehatan.

“Olahraga sekarang menjadi tren di berbagai kalangan, baik yang semakin suka olahraga maupun yang baru mulai. Tidak masalah, ini bagus untuk kesehatan dan membangun kesadaran,” ujar dr. Cut dalam Media Gathering Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Kendati demikian, peningkatan aktivitas fisik belum selalu dibarengi pemahaman yang memadai mengenai kebutuhan cairan harian. Sebagian orang, kata dia, belum terbiasa memperkirakan asupan minum yang diperlukan tubuh, terutama saat aktivitas meningkat.

“Namun, terkadang kedua kelompok ini sama-sama tidak tahu menghitung kebutuhan cairan setiap hari. Mereka biasanya menunggu dulu sampai ada sinyal haus, baru minum,” kata dr. Cut.

Kebiasaan menunda minum sampai haus dinilai berisiko membuat tubuh kekurangan cairan tanpa disadari. Saat berolahraga, cairan tubuh lebih banyak keluar melalui keringat sehingga kebutuhan hidrasi dapat lebih tinggi dibandingkan saat beristirahat.

Dr. Cut menekankan bahwa haus bukanlah sinyal paling awal tubuh membutuhkan cairan. Ia menyebut rasa haus justru dapat menunjukkan tubuh sudah berada dalam kondisi dehidrasi pada tingkat tertentu.

“Padahal, sebenarnya jangan menunggu sinyal haus untuk minum. Sinyal haus itu tanda tubuh sudah dehidrasi sedang. Metabolisme tubuh, saluran cerna, hingga kulit itu butuh hidrasi,” jelasnya.

Karena itu, asupan cairan perlu dijaga secara berkala sepanjang hari, tidak hanya saat tubuh mulai memberi tanda haus. Kecukupan minum berperan penting dalam mendukung metabolisme, menjaga fungsi organ, membantu kerja saluran cerna, serta mempertahankan kondisi kulit.