Seorang pakar manajemen menyoroti kesalahan umum di kalangan pengusaha muda yang kerap menganggap bisnis hanya soal modal besar, ide kreatif, atau keberanian untuk memulai. Benedektus Elnath Aldi, Kaprodi S1 Manajemen Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, menegaskan bahwa ada satu kemampuan fundamental yang sering terlewatkan: kemampuan mengelola risiko atau risk management.
Ia menggambarkan skenario realistis ketika sebuah ide bisnis yang menjanjikan mulai berjalan, namun mendadak menghadapi perubahan tren, kemunculan kompetitor agresif, atau strategi pemasaran yang meleset dari rencana. Dalam momen kritis seperti ini, seorang pengusaha dituntut tidak hanya untuk kreatif, tetapi juga harus mampu mengambil keputusan strategis dengan cepat dan tepat.
Maka dari itu, Benedektus menekankan di era bisnis yang serba cepat dan penuh ketidakpastian ini, kemampuan risk management menjadi salah satu skill wajib yang sebaiknya sudah dipelajari oleh calon pebisnis sejak duduk di bangku kuliah.
Menurutnya, kegagalan banyak bisnis rintisan (start-up) bukan semata-mata karena ide yang buruk, melainkan karena kesiapan mental dan strategis untuk menghadapi risiko yang muncul di perjalanan. Pengusaha yang benar-benar sukses, lanjutnya, adalah mereka yang memiliki kemampuan membaca situasi pasar, menghitung peluang secara cermat, serta menyiapkan solusi antisipatif sebelum masalah menjadi krisis yang parah.