Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi berkomitmen penuh untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya naik kelas. Upaya ini diwujudkan melalui dorongan agar para pelaku usaha tidak sekadar mempertahankan skala bisnis saat ini, melainkan mulai merambah dan mengadopsi sistem kemitraan waralaba (franchise).

Inisiatif strategis ini digagas oleh Wakil Ketua KADIN Kota Bekasi, Aji Ali Sabana, melalui program kolaborasi pameran dan promosi produk di sejumlah pusat perbelanjaan terkemuka, salah satunya Grand Galaxy Park (GGP) Kota Bekasi. Program akselerasi usaha ini pun mendapatkan dukungan penuh dari Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar.

Ketua KADIN Kota Bekasi yang akrab disapa Bang QRS menjelaskan bahwa transformasi UMKM menuju sistem waralaba tidak sekadar berfokus pada pencarian modal baru. Lebih esensial dari itu, para pelaku usaha lokal dituntut untuk memahami cara membangun fondasi bisnis yang kokoh, memiliki standardisasi operasional, manajemen merek yang kuat, serta replikasi model bisnis yang adaptif di berbagai daerah.

Menurutnya, skema waralaba menciptakan simbiosis mutualisme yang sehat antara pemilik merek dan calon mitra. Melalui model ini, pemilik usaha dapat memperluas jangkauan pasar secara efektif, sementara investor pemula mendapatkan peluang bisnis dengan risiko yang lebih terukur karena sistemnya sudah teruji. Untuk mematangkan hal tersebut, KADIN Kota Bekasi aktif memfasilitasi ruang temu bisnis (business matching) dan pameran berkala.

Langkah akselerasi ini juga dinilai sangat relevan dengan proyeksi pengembangan wilayah ekonomi baru di Kota Bekasi. Saat meninjau lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, pengurus KADIN menegaskan pentingnya keterlibatan pengusaha lokal dalam menyambut transformasi kawasan tersebut menjadi kota satelit modern yang ramah lingkungan.

KADIN Kota Bekasi berharap pelaku UMKM tidak hanya menjadi penonton pasif di tengah masifnya pembangunan infrastruktur dan investasi luar yang masuk. Dengan penguatan kapasitas bisnis melalui sistem waralaba, pelaku usaha lokal diharapkan mampu bertransformasi menjadi pilar utama yang tangguh dan mandiri dalam menyokong perekonomian daerah.