Dunia hiburan internasional berduka atas berpulangnya Peter Cullen, aktor pengisi suara legendaris yang menghidupkan karakter ikonik Optimus Prime dalam waralaba Transformers. Cullen mengembuskan napas terakhirnya pada 26 Agustus 2026 dalam usia 85 tahun. Kabar duka ini menandai berakhirnya era keemasan dari salah satu suara paling berpengaruh dalam budaya populer global.
Lahir di Montreal, Kanada, pada tahun 1941, Cullen mengawali perjalanannya dengan menempuh pendidikan formal di National Theatre School of Canada. Latar belakang seni teater yang kuat membekalinya dengan teknik olah vokal, pemahaman emosi, dan penjiwaan karakter yang mendalam. Keterampilan inilah yang kemudian menjadi fondasi kesuksesannya di balik mikrofon studio rekaman, melintasi berbagai media mulai dari serial animasi, televisi, layar lebar, hingga gim video.
Titik balik terbesar dalam kariernya terjadi pada tahun 1984 ketika ia terpilih menyuarakan Optimus Prime, pemimpin faksi Autobots. Karakter pemimpin yang berwibawa namun tenang tersebut terinspirasi dari nasihat sang kakak, yang menyarankannya untuk menampilkan sosok pahlawan sejati tanpa perlu berteriak atau bersikap sombong. Pendekatan ini berhasil memikat hati pemirsa dan membuat Cullen terus dipercaya memegang peran tersebut saat Transformers diadaptasi menjadi film layar lebar sejak tahun 2007 hingga era 2020-an.
Selain dikenal sebagai robot perkasa, kemampuan vokal Cullen yang luar biasa juga terbukti lewat karakter yang sangat bertolak belakang, seperti keledai sendu Eeyore dalam kisah Winnie the Pooh. Dedikasinya di dunia sulih suara juga terlihat lewat kontribusinya sebagai pengisi suara KARR dalam serial klasik Knight Rider serta efek suara monster dalam film fiksi ilmiah populer, Predator. Rentang vokal yang luas ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu talenta paling disegani di industri ini.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi panjangnya bagi industri kreatif, Cullen sempat dianugerahi penghargaan pencapaian seumur hidup (Lifetime Achievement Award) pada tahun 2023. Meski sosok fisiknya jarang muncul di depan kamera, warisan suara emasnya akan tetap abadi dan terus menginspirasi generasi pengisi suara masa depan di seluruh dunia.