Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004–2009 dan 2014–2019, H M Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa kekuatan umat Islam di masa depan tidak akan mencapai potensi maksimalnya jika hanya berfokus pada dimensi keagamaan secara terpisah. Hal ini disampaikannya di hadapan ratusan delegasi internasional dalam sebuah forum pendidikan tinggi Islam bergengsi.

Dalam keynote address pada acara International Seminar and The 15th Annual General Meeting The Asian Islamic Universities Association (AIUA) di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (23/06/2026), JK mengajak para pemimpin akademis Islam untuk melakukan pergeseran paradigma. Ia menekankan pentingnya menyandingkan pendidikan keagamaan dengan penguasaan kemajuan teknologi dan kemandirian ekonomi yang kuat.

"Kekuatan kita tidak akan maksimal jika hanya bertumpu pada aspek agama saja tanpa kemajuan teknologi dan ekonomi. Ekonomi yang kuat adalah fondasi bagi keberlangsungan dakwah dan sosial," ujar JK. Ia menambahkan bahwa tanpa penguasaan teknologi dan semangat kewirausahaan, akan sulit bagi suatu peradaban untuk mencapai kemajuan yang berdaya saing global.

Lebih lanjut, JK memberikan refleksi teologis dengan mengajak memaknai kembali doa "Robbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah". Menurutnya, doa ini harus diimplementasikan sebagai dorongan untuk meraih kebaikan duniawi melalui inovasi, sains, dan kemajuan ekonomi, yang kemudian menjadi modal untuk kebahagiaan akhirat.

Dalam konteks global yang kompleks, JK juga mengingatkan bahwa kampus-kampus Islam di Asia harus mampu menyuarakan perdamaian dunia. Namun, ia menegaskan bahwa diplomasi pendidikan semacam itu hanya akan efektif jika dibangun di atas fondasi kekuatan intelektual dan kemandirian ekonomi yang kokoh.

Pandangan JK mendapat respons positif dari Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Presiden AIUA, Prof Asep Saepudin Jahar. Prof Asep menegaskan komitmen institusinya untuk melahirkan lulusan yang mendalami ilmu agama sekaligus menguasai teknologi dan memiliki semangat kewirausahaan moderat. Transformasi ini sejalan dengan visi UIN Jakarta menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Forum AIUA 2026 yang berlangsung hingga 25 Juni 2026 ini dihadiri oleh sekitar 150 hingga 200 delegasi dari 40 perguruan tinggi Islam di tujuh negara Asia, termasuk Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Pertemuan ini bertujuan merumuskan Rencana Strategis AIUA untuk dua tahun ke depan.