PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) menegaskan komitmennya dalam menekan angka malagizi pada anak dengan memperluas cakupan program sosial "JAPFA for Kids" di Provinsi Lampung. Program yang telah berjalan sejak 2008 ini kini tercatat telah menjangkau lebih dari 13.400 murid di 69 sekolah di seluruh wilayah Lampung, sebagai langkah nyata mendukung perbaikan kualitas kesehatan generasi muda.

Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini, Kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi fokus utama pelaksanaan program. Intervensi kali ini menyasar 15 sekolah dasar dengan melibatkan sekitar 2.051 siswa serta 165 tenaga pendidik. Para peserta mendapatkan edukasi intensif mengenai pola makan gizi seimbang dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat.

Provinsi Lampung merupakan salah satu wilayah perintis dan prioritas dalam peta program keberlanjutan JAPFA. Sejak awal peluncurannya di Lampung Tengah dan Lampung Timur pada tahun 2008, program ini terus diekspansi secara berkala ke berbagai daerah lainnya seperti Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran guna memastikan pemerataan dampak positif bagi tumbuh kembang anak-anak di daerah.

Metode penanganan yang diterapkan oleh JAPFA bersifat terintegrasi dan berkelanjutan. Anak-anak yang terdeteksi mengalami gizi kurang akan mendapatkan asupan protein hewani berupa telur secara rutin setiap hari selama enam bulan. Selain itu, perkembangan fisik siswa dipantau secara digital melalui aplikasi khusus untuk mengukur tinggi dan berat badan mereka secara presisi.

Inisiatif ini terbukti memberikan dampak konkret. Data internal menunjukkan tingkat pemulihan status gizi anak binaan meningkat dari 51,5 persen pada tahun 2024 menjadi 62,5 persen pada tahun 2025. Secara nasional, program kemitraan ini telah menjangkau 217.706 siswa dan 14.713 guru di 28 provinsi di Indonesia.