Organisasi kemasyarakatan Perempuan Bangsa Kepulauan Riau (Kepri) kembali memperluas jangkauan program sosialnya dengan menggelar aksi pengobatan massal gratis. Kali ini, kegiatan yang menyasar masyarakat pesisir tersebut dipusatkan di Lapangan RT 02/RW 06, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, pada Sabtu (8/8/2026).
Ketua DPW Perempuan Bangsa Kepri, Hj. Helmiaty Basri, menegaskan bahwa aksi kepedulian ini bukan sekadar agenda seremonial sesaat. Program pemeriksaan dan pengobatan gratis tersebut merupakan bagian dari gerakan maraton yang telah berjalan konsisten sejak Januari dan direncanakan terus bergulir ke berbagai wilayah lain di Kepri hingga Desember 2026 mendatang.
Sebelum menyambangi Tanjung Uma, program serupa telah menyentuh masyarakat di kawasan Bengkong hingga wilayah kepulauan seperti Pulau Geranting. Melalui program ini, Perempuan Bangsa Kepri ingin menekankan pentingnya paradigma sehat dengan berfokus pada langkah preventif, edukasi hidup sehat, dan deteksi dini penyakit, bukan sekadar mengobati warga yang sudah telanjur sakit.
Helmiaty juga menyoroti peran sentral kaum perempuan sebagai benteng pertahanan pertama dalam menjaga kesehatan keluarga. Menurutnya, ibu rumah tangga memiliki andil besar dalam mengontrol asupan gizi, menjaga sanitasi lingkungan rumah, hingga mengambil keputusan cepat saat ada anggota keluarga yang membutuhkan penanganan medis darurat.
Selain fokus pada sektor kesehatan, organisasi sayap partai ini juga mengintegrasikan gerakannya dengan program pemberdayaan ekonomi. Beberapa program strategis yang turut digalakkan antara lain pembinaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelatihan manajemen keuangan keluarga, hingga edukasi pemanfaatan dan pengolahan sampah rumah tangga.
Langkah nyata di lapangan ini disebut sebagai implementasi dari instruksi Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar. Kader perempuan di daerah didorong untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat guna mendengarkan aspirasi sekaligus memberikan solusi konkret atas persoalan mendasar yang dihadapi warga sehari-hari.