Di tengah kesibukannya menempuh studi di salah satu universitas swasta di Bogor, Alwi (21) membuktikan bahwa keterbatasan modal bukan penghalang untuk mulai berwirausaha. Mahasiswa jurusan Sistem Informasi ini jeli menangkap peluang di sektor fesyen dengan merintis usaha pakaian jadi atau distro miliknya sendiri.
Perjalanan bisnis Alwi dimulai sejak pertengahan 2015, sebelum akhirnya ia mulai fokus dan giat berjualan pada tahun 2016. Modal awal yang digunakannya pun terbilang unik, yakni sebesar Rp3 juta yang ia kumpulkan secara konsisten dengan menyisihkan uang saku sebesar Rp5.000 setiap harinya.
Mengawali langkah dengan menjual kaus oblong, Alwi memutar kembali keuntungan yang diperoleh untuk memperluas variasi produknya. Kini, jenama lokal miliknya telah memproduksi berbagai macam perlengkapan mode guna memenuhi selera pasar, mulai dari jaket penutup kepala (hoodie), celana, topi, hingga tas.
Kendati kini mampu mengantongi pendapatan sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan, jalan yang dilalui Alwi tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami masa-masa sulit, seperti ditipu oleh rekan bisnis, kehilangan barang dagangan yang dibawa kabur saat dititipkan, hingga menghadapi hantaman pandemi yang sempat membuat penjualannya turun drastis.
Untuk menjaga kelangsungan bisnisnya di era digital, Alwi sepenuhnya mengandalkan pemasaran daring melalui media sosial dan sejumlah lokapasar (marketplace) terkemuka. Ia juga menekankan pentingnya bagi pemula untuk memahami karakteristik bahan baku serta menjalin relasi yang baik dengan produsen konveksi demi menjaga kualitas produk.