Sebuah insiden penerbangan yang mencekam menimpa maskapai Ryanair saat pesawat Boeing 737 NG yang mengudara dari Bandara Thessaloniki, Yunani, terpaksa kembali ke titik keberangkatan. Keputusan pendaratan darurat diambil setelah salah satu jendela penumpang terlepas di tengah penerbangan, memicu kekacauan di dalam kabin dan gangguan tekanan udara yang signifikan.
Saksi mata di lokasi kejadian melaporkan situasi dramatis di mana seorang penumpang berkebangsaan Serbia sempat terhisap keluar melalui lubang jendela yang terbuka. Beruntung, penumpang di sekitar segera bertindak cepat untuk menarik korban kembali ke dalam kabin sebelum keadaan menjadi lebih fatal. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Universitas AHEPA, Thessaloniki, dan dilaporkan berada dalam kondisi yang stabil.
Investigasi awal mengindikasikan bahwa insiden ini dipicu oleh kegagalan mesin (uncontained engine failure) yang menyebabkan serpihan komponen menghantam struktur jendela. Rekaman visual yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan parah pada bilah kipas mesin pesawat, yang memicu kekhawatiran terkait standar keamanan Boeing 737 NG. Pihak Boeing menyatakan tengah berkoordinasi erat dengan otoritas Makedonia Utara dan maskapai terkait untuk membedah penyebab teknis musibah ini.
Kejadian ini segera menarik perhatian publik karena memiliki kemiripan dengan tragedi Southwest Airlines pada tahun 2018 yang berujung fatal. Pakar penerbangan mencatat bahwa FAA sebelumnya telah menginstruksikan perbaikan desain pada struktur pelindung mesin (fan cowl) Boeing 737 NG yang wajib dipenuhi selambat-lambatnya pada tahun 2028. Pihak Ryanair sendiri hingga kini masih menahan diri untuk memberikan detail teknis lebih lanjut terkait spesifikasi mesin yang terlibat dalam insiden tersebut.