Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Vokasi Elektronika Universitas Jember (HMVE UNEJ) menciptakan terobosan teknologi tepat guna bernama SIPKOM (Smart Feeder Inovatif Penggerak Kolam Mandiri). Inovasi berbasis internet untuk segala (Internet of Things/IoT) ini diterapkan langsung untuk membantu para pembudidaya ikan lele di Desa Gugut, Kabupaten Jember, dalam mengotomatisasi pola pemberian pakan.

Desa Gugut dipilih karena memiliki potensi perikanan air tawar yang besar melalui program "Satu Kolam Satu Keluarga", dengan populasi sekitar 50 keluarga peternak lele. Namun, selama ini proses pemeliharaan masih terkendala oleh metode pemberian pakan yang dilakukan secara manual, tidak terjadwal, dan takarannya tidak konsisten akibat kesibukan warga selaku pengelola kolam.

Ketua Tim PPK ORMAWA HMVE UNEJ, Raditya Pratama Putra, menjelaskan bahwa pengembangan alat ini memakan waktu sekitar satu bulan yang mencakup riset hingga perakitan sistem elektrikal. Keunggulan utama SIPKOM terletak pada integrasi aplikasi berbasis web, sensor suhu, serta pengukur kadar keasaman (pH) air. Selain itu, guna menekan dampak lingkungan, tim memanfaatkan limbah galon plastik sebagai material utama pembuatan wadah pakan otomatis tersebut.

Teknologi ini terbukti memberikan dampak signifikan pada produktivitas sektor perikanan desa setempat. Berdasarkan pengujian awal, implementasi alat ini mampu mendongkrak hasil panen lele hingga melampaui target awal sebesar 25 persen. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tim mahasiswa juga menyelenggarakan pelatihan intensif serta pendampingan teknis agar masyarakat mampu merakit dan merawat perangkat secara mandiri.

Langkah progresif ini mendapat apresiasi positif dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan. Menurutnya, kegunaan alat ini sangat relevan untuk menjaga stabilitas ekosistem kolam secara real-time meskipun pemilik sedang bepergian. Guna memperluas dampak positifnya, program ini direncanakan berlanjut melalui kolaborasi erat dengan pemerintah desa setempat dan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Jember.

Respons positif juga datang dari salah satu peternak setempat, Ahmadi, yang merasakan kemudahan dalam manajemen waktu pemberian pakan harian lele miliknya. Ia berharap teknologi ini dapat terus dikembangkan agar kelak satu perangkat kontrol mampu mengoperasikan beberapa kolam sekaligus secara simultan demi efisiensi operasional yang lebih tinggi.