Sebuah buku panduan ibadah shalat yang unik hasil kreasi kolektif anak muda asal Yogyakarta yang tergabung dalam komunitas SkeNU mendadak viral di media sosial. Karya literasi alternatif ini menawarkan pendekatan spiritual yang segar, mengemas pengalaman mengaji menjadi bacaan reflektif yang dekat dengan keseharian generasi muda.
Inisiator sekaligus Koordinator SkeNU, Doel Rohman, mengungkapkan bahwa penerbitan buku tersebut lahir dari dokumentasi diskusi santai selama mereka menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Budaya Kaliopak. Di bawah bimbingan spiritual Kiai Jadul, para pemuda ini berupaya memahami esensi ibadah dengan cara yang lebih mendalam.
Menurut Doel, proyek ini bermula dari keinginan mendokumentasikan hasil pengajian. Melalui buku ini, mereka mencoba merumuskan mengapa ibadah shalat sangat penting untuk diinternalisasi secara personal, bahkan mengibaratkannya sebagai sebuah 'teknologi diri' guna menyelaraskan manusia dengan unsur-unsur alam semesta.
Proses kreatif buku ini sepenuhnya digarap secara mandiri dengan memaksimalkan potensi anggota kolektif yang berlatar belakang pekerja kreatif. Naskah yang disusun oleh Doel disempurnakan oleh editor internal, divisualisasikan dengan apik oleh ilustrator Iqbal Mastermind, serta ditata letak oleh Nabil sebelum masuk meja cetak.
Menariknya, penulisan buku ini sengaja tidak melibatkan tokoh agama luar karena isinya murni merupakan hasil interpretasi personal dari proses belajar mereka, bukan buku fikih yang kaku. Meski awalnya hanya diniatkan sebagai dokumentasi internal, buku yang diperkenalkan pertama kali dalam ajang Yogya Art Book 2026 ini justru mendapat sambutan hangat dan apresiasi luas dari publik.