Inovasi di sektor konstruksi terus bergulir guna menjawab kebutuhan hunian yang cepat, efisien, dan tangguh terhadap potensi bencana alam. Merespons tantangan tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkenalkan teknologi terbaru mereka, Bata Interlock Presisi, dalam ajang bergengsi Danantara Housing Expo 2026 yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2.
Teknologi bata saling mengunci (interlocking) ini dirancang khusus untuk memotong rantai waktu pembangunan secara signifikan. Berbeda dengan material dinding konvensional, Bata Interlock Presisi tidak memerlukan proses perendaman air, aplikasi perekat semen basah di setiap lapisannya, maupun cetakan bekisting. Selain mempercepat durasi proyek, struktur bata ini juga efektif melepas panas terisolasi sehingga suhu di dalam ruangan terasa lebih sejuk dan nyaman.
Ketangguhan material ini dalam menghadapi guncangan gempa juga tidak perlu diragukan. Bata Interlock Presisi buatan SIG telah lolos sertifikasi hasil Uji Siklik dinding 2D di Balai Besar Sarana dan Bangunan Gedung Dirjen Bina Teknik Permukiman dan Perumahan. Sertifikasi ini menjamin kelayakan penggunaannya pada wilayah dengan kerawanan seismik tinggi atau Kategori Desain Seismik D (KDS D).
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa inovasi ini sangat krusial bagi percepatan program perumahan nasional maupun rekonstruksi pascabencana di tanah air. Menurutnya, produk ini merupakan wujud kontribusi nyata perseroan dalam menyajikan solusi hunian yang efektif, efisien, aman, dan tangguh di wilayah rawan bencana.
Selain teknologi bata presisi, dalam pameran yang mempertemukan berbagai pelaku industri properti dan perbankan ini, SIG juga memamerkan ekosistem terpadu "SIG Total Building Solution". Beberapa di antaranya meliputi beton berpori ThruCrete untuk area resapan air, beton instan PakCrete, jajaran genteng beton pelapis anti-UV, hingga varian semen instan Mortar Indonesia dengan formula anti-retak rambut dan antijamur.