Indeks Bisnis-27 ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (25/6/2026). Indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia tersebut ditutup naik 1,63% ke level 406,47. Dari 27 konstituen, mayoritas bergerak positif dengan 22 saham menguat, 4 melemah, dan 1 saham stagnan.

Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang melonjak 8,78% ke Rp1.735. Posisi kedua diisi oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang naik 6,91% ke Rp2.010, diikuti PT Astra International Tbk. (ASII) yang menguat 6,03% ke Rp4.920. Saham-saham emiten besar lainnya seperti AMRT, ICBP, TAPG, dan CPIN juga berkontribusi positif dengan kenaikan antara 2,88% hingga 4,69%.

Di sisi lain, pelemahan harga saham terjadi pada emiten sektor pertambangan. Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) terkoreksi 1,31% ke Rp4.530, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang turun 0,91% ke Rp545, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang melemah 0,36% ke Rp2.740. Pelemahan paling tajam dialami PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) yang turun 2,07% ke Rp2.370.

Sentimen pasar secara keseluruhan masih dibayangi oleh faktor eksternal. Tim riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat, meski Indonesia tetap berstatus Emerging Market, MSCI memperpanjang masa evaluasi hingga November 2026 dengan kemungkinan penurunan status ke Frontier Market jika reformasi pasar tidak membaik. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ke level Rp17.950 juga menjadi faktor penekan.

Ke depannya, pergerakan pasar akan ditentukan oleh dinamika nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta rilis data Core PCE AS yang menjadi kunci kebijakan suku bunga The Fed. Secara teknikal, analis memproyeksikan IHSG berpotensi menguji area support di kisaran 5.740–5.650, sementara resistance terdekat berada pada zona 6.000–6.100.