Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kota Sorong yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau pada Selasa (14/7/2026) menjadi momentum krusial untuk meneguhkan kembali peran bidan. Para bidan setempat didorong untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak guna mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengapresiasi dedikasi luar biasa para bidan dalam mendampingi keluarga sejak masa kehamilan. Ia menegaskan bahwa pembentukan generasi berkualitas tidak terjadi secara instan, melainkan memerlukan pengawalan gizi, imunisasi, dan asuhan yang tulus sejak anak masih di dalam kandungan.

Lebih lanjut, Jemima menyatakan bahwa sentuhan empati bidan tidak akan pernah bisa digantikan oleh kemajuan teknologi. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sorong terus menggalakkan transformasi pelayanan kesehatan primer terintegrasi, yang melibatkan kolaborasi multisektor guna menekan angka stunting serta menargetkan nol kasus kematian ibu dan bayi.

Ketua Pengurus Cabang IBI Kota Sorong, Martha Mansawan, menekankan bahwa pertambahan usia organisasi yang berdiri sejak 1951 ini harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi klinis dan kepemimpinan. Menurutnya, bidan harus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Saat ini, terdapat 381 bidan di Kota Sorong yang tersebar di tujuh rumah sakit dan sebelas puskesmas. Keberadaan mereka dinilai sangat vital, terutama dalam menjangkau wilayah pesisir dan kepulauan yang memiliki keterbatasan akses transportasi.

Perayaan hari jadi ini ditutup secara meriah dengan pemotongan kue syukur dan peragaan busana yang diikuti oleh para bidan dari berbagai fasilitas kesehatan. Acara ini merefleksikan soliditas dan semangat kebersamaan bidan dalam mengabdi di tanah Papua.