Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Peternakan Universitas Hasanuddin (HIMSENA-UNHAS) menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Mahakarya di Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Kegiatan yang berlangsung pada 23-24 Juni 2026 ini difokuskan pada pemberdayaan peternak kuda melalui pelatihan pembuatan pakan konsentrat dan edukasi manajemen pemeliharaan ternak.

Program ini lahir dari hasil observasi yang menemukan persoalan utama peternak kuda di Kalimporo, yaitu keterbatasan ketersediaan pakan, terutama saat musim kemarau. Desa tersebut justru memiliki potensi limbah pertanian berupa jerami padi, jagung, dan kacang tanah yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pakan ternak.

Ketua Tim Mahakarya, Muh. Wahyu Nurhidayat, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan peternakan di tingkat desa. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya program ini.

Dosen pembimbing kegiatan, Ilham Syarif, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa tema pengabdian dipilih berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Mayoritas warga Kalimporo menggantungkan usaha pada peternakan kuda, namun masih menghadapi persoalan penyediaan pakan sepanjang tahun. Melalui pelatihan ini, diharapkan peternak tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan pakan dan mampu menyediakan pakan bernutrisi secara lebih efisien.

Selain pelatihan pembuatan pakan konsentrat, peserta juga memperoleh penyuluhan mengenai manajemen pemeliharaan, kesehatan, dan pemberian pakan ternak kuda. Ilham turut membagikan pengalamannya sebagai peternak kuda sejak kecil untuk menunjukkan bahwa persoalan kekurangan pakan dapat diatasi melalui penerapan teknologi sederhana.

Kepala Desa Kalimporo, Hasbibi Arsyad, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai Desa Kalimporo memiliki potensi besar di sektor peternakan dan pertanian yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dengan pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mengolah potensi limbah pertanian menjadi pakan berkualitas sehingga populasi dan produktivitas ternak kuda dapat terus meningkat.

Penyuluhan diikuti 17 peserta yang sebagian besar merupakan peternak kuda. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah anak muda yang berprofesi sebagai joki pacuan kuda, yang menunjukkan eratnya keterkaitan antara peternakan kuda dan budaya pacuan kuda di masyarakat Jeneponto. Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti materi maupun praktik pembuatan pakan konsentrat.

Melalui program Mahakarya ini, HIMSENA-UNHAS berharap pengetahuan yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan peternakan kuda yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang tersedia.