Harga emas dunia mengalami penguatan pada akhir perdagangan Senin (22/6/2026) waktu setempat. Pemulihan ini terjadi setelah harga emas sempat jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu pada sesi sebelumnya.
Optimisme terhadap kemajuan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor penopang utama. Hal ini meredakan kekhawatiran akan inflasi global sekaligus menekan harga minyak dunia. Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,5 persen ke posisi 4.182,39 dollar AS per ons.
Analis Saxo Bank, Ole Hansen, menekankan bahwa pergerakan harga energi masih menjadi variabel kunci bagi pasar logam mulia dalam jangka pendek. Pembicaraan damai yang berlangsung di Swiss membuka peluang tercapainya kesepakatan, yang berpotensi menambah pasokan minyak mentah ke pasar global.
Prospek bertambahnya suplai minyak tersebut langsung memberikan tekanan pada harga minyak mentah dunia. Pernyataan Wakil Presiden AS, JD Vance, yang menyebut pembicaraan telah menciptakan "landasan yang baik" untuk kesepakatan final, mendorong harga minyak Brent turun lebih dari 3 persen.
Di sisi lain, pelaku pasar juga memantau perkembangan kebijakan moneter Bank Sentral AS, The Fed. Proyeksi terbaru menunjukkan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember 2026, yang berpotensi membatasi potensi kenaikan harga emas lebih lanjut.