KUDUS — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) mengambil langkah konkret dalam merespons masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di dunia akademik. Melalui kolaborasi Pimpinan Komisariat (PK) Ar-Rabbani dan Insan Kamil, mereka menyelenggarakan pelatihan kepenulisan esai bertajuk "Sejuta Pena, Sejuta Makna" guna mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya menjaga orisinalitas karya di tengah gempuran teknologi.
Kegiatan yang berlangsung di SMK Muhammadiyah Kudus pada Sabtu (6/6/2026) ini diikuti oleh puluhan mahasiswa aktif UMKU beserta tamu undangan. Guna memberikan pemahaman yang mendalam, panitia menghadirkan akademisi sekaligus dosen Program Studi Keperawatan UMKU, Muhammad Jauhar, sebagai pemateri utama. Jalannya pelatihan didampingi langsung oleh Ketua Umum PK IMM Ar-Rabbani, Essa Wahyu Makutarama, dan Ketua Umum PK IMM Insan Kamil, Najma Kamila Wulansari.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Nadiva Adinda Fernanda, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas menulis mahasiswa secara terstruktur sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi modern. Menurutnya, kehadiran kecerdasan buatan seharusnya tidak mematikan daya kritis, melainkan menjadi alat bantu yang etis untuk memperkaya perspektif tulisan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali teknik pemanfaatan AI secara bertanggung jawab, mulai dari tahap penggalian ide awal hingga penyusunan kerangka tulisan. Penekanan utama tetap diletakkan pada kemampuan berpikir kritis dan analitis orisinal mahasiswa, sehingga teknologi AI tidak menggantikan keaslian gagasan penulis.
Melalui inisiatif ini, IMM UMKU berharap dapat melahirkan generasi akademisi yang tidak hanya terampil menulis karya ilmiah maupun populer, tetapi juga memiliki integritas akademik yang tinggi. Pelatihan ini ditargetkan menjadi batu loncatan dalam membangun budaya literasi digital yang sehat di lingkungan kampus.