TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menekankan pentingnya modernisasi bagi koperasi kelapa sawit rakyat di wilayahnya. Langkah ini dinilai krusial agar lembaga ekonomi tingkat tapak tersebut mampu tampil lebih mandiri, profesional, dan cepat tanggap terhadap dinamika perkembangan teknologi digital saat ini.
Seruan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas pengelolaan koperasi kelapa sawit rakyat di Tanjung Selor. Dalam acara yang diinisiasi oleh DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kaltara tersebut, Zainal berharap pelatihan ini dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola internal koperasi secara menyeluruh.
Zainal tidak menampik bahwa sebagian besar koperasi petani sawit saat ini masih dibayangi berbagai kendala klasik. Hambatan tersebut meliputi manajemen kelembagaan yang belum tertata rapi, persoalan administrasi dan legalitas hukum, hingga laporan keuangan yang kurang akuntabel serta rendahnya adopsi teknologi digital.
Padahal, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas tulang punggung yang menopang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara. Gubernur menegaskan bahwa koperasi memegang peran vital sebagai jembatan strategis yang menghubungkan kepentingan petani swadaya dengan sektor industri dan pemerintah.
Lebih jauh, ia memaparkan bahwa masa depan industri sawit sangat menjanjikan dengan adanya hilirisasi produk, termasuk penyediaan bahan baku energi ramah lingkungan seperti program biodiesel B50. Koperasi diharapkan tidak sekadar menjadi pengepul buah sawit biasa, melainkan aktif memperkuat rantai pasok dan mengembangkan produk turunan bernilai ekonomi tinggi.