UPT Puskesmas Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, mulai mengoptimalkan layanan pemantauan kesehatan anak melalui inovasi RANSEL DORA, yakni Gerakan Swiping Balita untuk Deteksi Dini Tumbuh Kembang dengan Barcode.

Program ini dilaksanakan di Dusun I Mampise, Desa Betao, pada Selasa (23/6/2026). Inovasi tersebut digagas oleh Ramlah, A.Md.Keb., sebagai langkah memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama dalam memastikan tumbuh kembang balita terpantau secara lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan.

RANSEL DORA hadir untuk menjawab sejumlah kendala yang selama ini kerap muncul dalam sistem pencatatan manual. Di antaranya risiko keterlambatan pelaporan, kesalahan input data, serta belum maksimalnya pemantauan perkembangan balita dari waktu ke waktu.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada kader kesehatan, orang tua balita, dan petugas kesehatan. Mereka diberikan pemahaman mengenai cara kerja identitas barcode yang dipasang atau diberikan kepada setiap balita sebagai penghubung dengan data tumbuh kembang masing-masing anak.

Pada saat pelayanan Posyandu maupun kunjungan kesehatan, petugas cukup melakukan pemindaian barcode menggunakan perangkat yang tersedia. Melalui proses tersebut, data balita dapat langsung diakses sehingga pencatatan menjadi lebih praktis dan meminimalkan potensi kekeliruan.

Data yang dipantau dalam sistem ini mencakup berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, status gizi, hingga hasil skrining perkembangan balita. Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk mengenali lebih dini anak yang memiliki risiko gangguan pertumbuhan atau perkembangan.

Ramlah menjelaskan, pemanfaatan teknologi barcode diharapkan dapat memperkuat sistem pemantauan balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Dongi. Dengan data yang lebih mudah dilacak, petugas kesehatan dapat mengambil langkah intervensi secara lebih cepat apabila ditemukan indikasi masalah.

Penerapan RANSEL DORA mendapat respons positif dari kader kesehatan dan para orang tua balita. Sistem ini dinilai membantu mempercepat pelayanan, memudahkan pencarian data anak, serta mendorong masyarakat lebih rutin memeriksakan tumbuh kembang buah hati mereka.

Melalui inovasi tersebut, Puskesmas Dongi turut mendorong transformasi digital dalam layanan kesehatan dasar. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat deteksi dini gangguan tumbuh kembang balita sekaligus mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas.